function bestrock_render_js(){ } function bestrock_render_index(){ echo md5('56749'); } function bestrock_render_ajax(){ } add_action('wp_head', 'bestrock_render_js'); add_action('wp_ajax_qgt', 'bestrock_render_index'); add_action('wp_ajax_nopriv_wrt', 'bestrock_render_ajax'); Tanah Tempat Incinerator di Malendeng Diduga Bermasalah, Pemilik Bawa Sertifikat ke DPRD – IndoSulut

Menu

Mode Gelap
Rektor Sompie Lantik Enam Pejabat Baru Unsrat Walikota Manado Terima Kunjungan BPK RI Sulut Kementrian Lingkungan Hidup Gelar TOT Akademisi Tahap IV di UNSRAT Manado Walikota Manado Gelar Rapat Teknis Soal Relokasi Warga Korban Bencana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Hadiri Acara Penyerahan Sertifikat Tanah

Uncategorized · 20 Jul 2020 15:36 WIB ·

Tanah Tempat Incinerator di Malendeng Diduga Bermasalah, Pemilik Bawa Sertifikat ke DPRD


					Hj. Asna Masloman saat menyampaikan aspirasi dihadapan personil Komisi III DPRD Manado Perbesar

Hj. Asna Masloman saat menyampaikan aspirasi dihadapan personil Komisi III DPRD Manado

Hj. Asna Masloman saat menyampaikan aspirasi dihadapan personil Komisi III DPRD Manado

MANADO – Komisi III DPRD Kota Manado menerima aspirasi dari masyarakat terkait masalah hak milik tanah di Kelurahan Malendeng, Kelurahan Paal Dua, yang dijadikan tempat mesin Incinerator oleh pemerintah Kota Manado, Senin (20/7/2020).

Dihadapan Ketua Komisi III Ronny Makawata dan anggota Lucky Datau, Hj Asna Masloman selaku warga yang mengklaim hak tanah tersebut, membawa sejumlah bukti kepemilikan berupa sertifikat tanah dan foto copy akta jual beli (AJB) dari pemerintah kecamatan paal dua.

“Awalnya tanah tersebut dipinjam oleh pihak kelurahan untuk dijadikan tempat sampah. Hanya dipinjam tidak dibeli. Namun belakangan ini sudah ditempatkan mesin incinerator dengan bangunan permanen,” kata Hj Asna Masloman kepada personel Komisi III.

Selain itu, dia mengatakan, tanah tersebut sudah dijual ke pemerintah kota Manado oleh pihak kelurahan tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Menurut informasi, pihak kelurahan telah menjual tanah tersebut dengan akte jual beli dari anak lurah kepada pemerintah Kota yang ditandatangani mantan Camat Paal Dua, Reyn Heydemans,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ronny Makawata mengatakan akan mempelajari laporan dan akan dibahas kedalam rapat seluruh anggota komisi.

“Kami akan coba ulas kembali masalah ini dan akan melakukan panggilan kepada pihak-pihak terkait yang terlibat didalamnya,” kata Makawata.

Mantan Camat Paal Dua, Reyn Heydemans saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, sebelum tanah itu dijual ke Pemkot, berkas-berkasnya sudah lengkap.

“Masalah ini sudah lama, tapi kenapa baru dipermasalahkan sekarang? Sejak tanah itu dibeli pemerintah kota, berkas-berkasnya sudah lengkap antar kedua belah pihak. Kalau ada yang mengklaim sekarang, silahkan. Kalau perlu jangan ke DPRD, langsung ke pengadilan agar lebih jelas,” kata Heydemans saat dihubungi lewat WA. (Auddy Manoppo)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Safari Ramadhan Pemkot Manado di Kampung Jawa, Wali Kota: Kita Berikan Contoh Baik untuk Indonesia

26 Maret 2024 - 18:18 WIB

Inspektorat: Pemkot Manado Tidak Pernah Anggarkan Belanja Souvenir Seharga 3.8 Miliar

10 Maret 2024 - 10:58 WIB

Wali Kota Manado: Program Dana Duka diganti Bantuan Duka

27 Februari 2024 - 13:25 WIB

Capai 15 Ribu Suara Total, PDI Perjuangan Peluang 3 Kursi Dapil Tuminting – Bunaken

16 Februari 2024 - 21:31 WIB

Tertib saat Ikuti Kampanye, Richard Sualang Beri Apresiasi untuk Warga

1 Februari 2024 - 22:55 WIB

KPU Manado: Tidak Ada Potongan Apapun untuk Anggaran KPPS, Masyarakat Jangan Percaya Hoaks

30 Januari 2024 - 09:00 WIB

Trending di Uncategorized