JPAR Jelaskan Program 10 ribu Rumah di Debat Calon Wali Kota Manado

Paula Runtuwene dan Harley Mangindaan di acara debat Calon Wali Kota Manado 2020

MANADO – Calon Wali Kota Manado Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS, menjawab pertanyaan terkait program rumah murah Paula-Harley Menang (PAHAM) yang kini tengah menjadi topik pembicaraan masyarakat dan sedang viral di media sosial.

Calon Walikota Manado, Prof Julyeta Runtuwene menjelaskan 10 ribu rumah layak huni tersebut diberikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah tanpa cicil dan bunga tanpa Bank.

Siapa yang menderita diabetes baca segera sebelum dihapus
Calon Wali Kota Manado Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS, menjawab pertanyaan terkait program rumah murah Paula-Harley Menang (PAHAM) yang kini tengah menjadi topik pembicaraan masyarakat dan sedang viral di media sosial.

Calon Walikota Manado, Prof Julyeta Runtuwene menjelaskan 10 ribu rumah layak huni tersebut diberikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah tanpa cicil dan bunga tanpa Bank.

“Program tersebut telah melalui kajian baik luas lahan rumah dan struktur bangunan, agar memang betul-betul layak dihuni bagi masyarakat,” kata Prof Julyeta Runtuwene dalam debat Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Manado, Selasa (17/11/2020).

Lebih lanjut, Prof Julyeta Runtuwene mengatakan program ini menjadi program unggulan PAHAM, karena melihat angka kemiskinan di Kota Manado 5,51% walaupun untuk Sulawesi Utara (Sulut) itu paling rendah.

“Rumah ini tipe 27, dan akan dibangun secara bertahap karena dibutuhkan lahan kurang lebih 100 hektar,” ujar Bunda Paula sapaan akrab Prof Julyeta Runtuwene.

Mantan Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) ini melanjutkan, lahan tersebut akan disediakan oleh Pemerintah Kota dari dana APBD, karena ini merupakan program pemerintah kedepan.

“Dari data ada sekitar 3.750 hektar lahan yang belum dimanfaatkan, seperti di Kecamatan Mapangat dan Bunaken sekitar 32 ribu hektar,” ungkapnya.

Hal ini, Bunda Paula melanjutkan, nantinya dimasukan dalam program tata ruang wilayah dan ada regulasi untuk memenuhi ketentuan.

“Mengenai biaya pembangunan juga bersumber dari APBD di dinas teknis yang nantinya akan dibentuk BUMD sebagai pengelolah rumah tersebut, kemudian pembangunan yang dilakukan bertahap dan bisa tersebar dibeberapa Kecamatan, ini adalah bagian dari program PAHAM menjawab kebutuhan masyarakat dan rumah tersebut bisa menjadi hak milik masyarakat,” tandas istri tercinta GS Vicky Lumentut

“Program tersebut telah melalui kajian baik luas lahan rumah dan struktur bangunan, agar memang betul-betul layak dihuni bagi masyarakat,” kata Prof Julyeta Runtuwene dalam debat Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Manado, Selasa (17/11/2020).

Lebih lanjut, Prof Julyeta Runtuwene mengatakan program ini menjadi program unggulan PAHAM, karena melihat angka kemiskinan di Kota Manado 5,51% walaupun untuk Sulawesi Utara (Sulut) itu paling rendah.

“Rumah ini tipe 27, dan akan dibangun secara bertahap karena dibutuhkan lahan kurang lebih 100 hektar,” ujar Bunda Paula sapaan akrab Prof Julyeta Runtuwene.

Mantan Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) ini melanjutkan, lahan tersebut akan disediakan oleh Pemerintah Kota dari dana APBD, karena ini merupakan program pemerintah kedepan.

“Dari data ada sekitar 3.750 hektar lahan yang belum dimanfaatkan, seperti di Kecamatan Mapangat dan Bunaken sekitar 32 ribu hektar,” ungkapnya.

Hal ini, Bunda Paula melanjutkan, nantinya dimasukan dalam program tata ruang wilayah dan ada regulasi untuk memenuhi ketentuan.

“Mengenai biaya pembangunan juga bersumber dari APBD di dinas teknis yang nantinya akan dibentuk BUMD sebagai pengelolah rumah tersebut, kemudian pembangunan yang dilakukan bertahap dan bisa tersebar dibeberapa Kecamatan, ini adalah bagian dari program PAHAM menjawab kebutuhan masyarakat dan rumah tersebut bisa menjadi hak milik masyarakat,” tandas istri tercinta GS Vicky Lumentut (redaksi)

 

Author: redaksi Indosulut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *