Rosalita Manday Reses di Kelurahan Karame, Warga Apresiasi Kinerja AARS

MANADO – Anggota DPRD Manado dari fraksi PDI Perjuangan Rosalita Manday S.Si menggelar kegiatan reses terakhir tahun 2021 di Kelurahan Karame Lingkungan IV, Selasa (7/12/2021).

Dalam agenda reses yang digelar dengan protokoler kesehatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait masalah sosial seperti, Biaya administrasi saat donor darah, ketersedian air bersih, pengurusan KTP, Infrastruktur rusak, penerima PKH, serta dana lansia/duka.

Selain menyampaikan aspirasi, warga juga memberikan apresiasi kepada Rosalita Manday bersama program Pemerintah Kota Manado yang sudah terealisasi di Kelurahan Karame.

“Saya warga asli disini. Selama tinggal disini sudah 3 periode walikota jalan disini tidak pernah ada pembangunan. Terima kasih untuk ibu Rosalita yang sudah menggelar kegiatan seperti ini ditempat ini. Saya juga mau sampaikan, di saat pemerintah sekarang ini walaupun baru menjabat, jalan kami sudah bagus dan bisa dipakai untuk berjualan. Jadi mewakili warga disini saya ucapkan terimakasih untuk ibu Rosalita dan Pak Walikota dan Wakil,” kata Apris Ladiku, warga Karame.

Menjawab aspirasi warga, Rosalita Manday mengucapkan terimakasih untuk warga Karame yang sudah mempercayakan aspirasi kepadanya. Dirinya berharap, semua aspirasi warga dapat diperjuangkan agar terealisasi.

“Semua aspirasi yang disampaikan menjadi tanggung jawab saya untuk dibicarakan dengan pemerintah. Besar harapan saya semua aspirasi ini bisa terwujud. Jadi saya mohon kepada warga agar bersabar menunggu pemerintah bekerja dalam menjawab program-program yang akan saya perjuangkan,” kata personil Komisi IV ini.

Selain itu, Rosalita Manday juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan warga kepada pemerintahan Andrei Angouw dan Richard Sualang saat ini.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan untuk walikota dan wakil walikota. Pemimpin kita saat ini memang gemar turun lapangan walaupun hari libur. Jadi pemerintah saat ini sedang fokus mengurus masalah-masalah di lapangan apalagi terkait sampah dan banjir,” ujarnya.

“Untuk dana Lansia tahun depan ada anggaran. Kriteria sudah tidak sama dengan yang lalu. Kriterianya sama dengan penerima PKH. Dan untuk dana duka, Walikota tidak ada visi untuk dana duka. Karena tahun-tahun sebelumnya banyak masalah terkait dana duka,” pungkasnya.

Diketahui, hadir dalam reses tersebut toko agama dan toko masyarakat sekitar, perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta warga Kelurahan Karame dan sekitarnya. (Auddy Manoppo)

Author: redaksi Indosulut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *