Langit pagi di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara tampak berat, seakan ikut memahami beban tugas ratusan petugas yang berdiri tegap di bawahnya.
Senin (8/12/2025), Gubernur Yulius Selvanus memimpin Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana, sebuah ritual penuh makna yang menghadirkan lebih dari 400 personel dari TNI-Polri, Basarnas, BMKG, dan instansi lainnya.
Dari kejauhan, suara sepatu yang menghentak aspal terdengar seperti janji; bahwa apa pun yang terjadi, Sulawesi Utara tidak akan dibiarkan menghadapi bencana sendirian. Di balik seragam, ada manusia-manusia yang siap menukar kenyamanan mereka dengan keselamatan orang lain.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius berbicara dengan nada yang tak hanya memerintah, tetapi menyentuh seakan ingin mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan tentang angka atau laporan, melainkan tentang wajah-wajah yang menunggu di rumah: anak, istri, orang tua, dan saudara yang selalu harap cemas saat para petugas berdiri di garis depan.
Deretan kendaraan penyelamatan yang berjajar rapi seolah menjadi saksi bisu bahwa perjuangan di medan bencana tak pernah mudah. Apel hari itu terasa seperti pengakuan diam-diam bahwa keberanian bukan berarti tidak takut melainkan tetap melangkah meski tahu risiko yang harus dihadapi.(hds)