BITUNG- Kota Bitung masuk dalam lima kota prioritas nasional dalam Diseminasi Laporan Akhir Integrasi Strategic Environmental and Social Strategic Assessment (SESA) ke dalam penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bitung, Rizal Sompotan, usai mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Rizal, penetapan Bitung sebagai kota prioritas menunjukkan peran strategis daerah ini dalam pengembangan tata ruang nasional yang berkelanjutan, khususnya sebagai kota industri, pelabuhan, dan kawasan ekonomi khusus di wilayah timur Indonesia.
“Kota Bitung masuk dalam lima kota prioritas nasional dan ditetapkan sebagai pilot project integrasi SESA dalam penyusunan rencana tata ruang,” ujar Rizal Sompotan.
Ia menjelaskan, integrasi SESA bertujuan memastikan aspek lingkungan hidup dan sosial menjadi bagian utama dalam perencanaan tata ruang, sehingga pembangunan dapat berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan perlindungan sosial masyarakat.
Dengan status sebagai pilot project, Kota Bitung juga akan mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pemenuhan dan penyesuaian rencana tata ruang yang berkelanjutan sesuai dengan kebijakan nasional.
Rizal menambahkan, dukungan ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan tata ruang Kota Bitung agar lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan, perubahan iklim, serta dinamika pembangunan jangka panjang.
“Ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi Kota Bitung untuk menata ruang secara lebih terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Bitung, lanjut Rizal, akan menindaklanjuti hasil diseminasi tersebut dengan sinkronisasi lintas perangkat daerah serta koordinasi berkelanjutan dengan Bappenas dan kementerian terkait dalam proses penyusunan dan implementasi rencana tata ruang.(hds)