MANADO – PT PLN (Persero) terus mempercepat rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ulubongka berkapasitas 300 Megawatt (MW) di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar PLN dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus memperkuat pasokan listrik untuk pertumbuhan industri di wilayah Sulawesi.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan lapangan Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, bersama jajaran pemerintah daerah di aliran Sungai Ulubongka. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menitikberatkan pada pengembangan energi baru terbarukan berbasis potensi lokal.
Rizal menjelaskan, potensi hidrologi Sungai Ulubongka dinilai sangat ideal untuk pengembangan pembangkit listrik skala besar. Dengan luas daerah aliran sungai mencapai 3.330 km² dan debit air rata-rata 132,8 meter kubik per detik, PLTA ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan energi bersih di Sulawesi Tengah. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendorong proyek strategis tersebut demi mencapai target Net Zero Emission.
Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan kehadiran PLTA Ulubongka tidak hanya menambah kapasitas listrik, tetapi juga akan mentransformasi bauran energi di sistem kelistrikan Sulawesi. Menurutnya, PLN akan mengawal seluruh tahapan proyek, mulai dari kajian teknis di kawasan Pegunungan Bulan Jaya hingga dampaknya terhadap sistem kelistrikan di wilayah Teluk Tomini.
Dukungan penuh juga datang dari Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, yang menilai proyek ini sebagai peluang besar untuk membuka lapangan kerja dan mendorong investasi di daerah. Senada, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah mengingat aliran sungai melintasi batas administratif kedua daerah.
Selain itu, Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, berharap pembangunan PLTA Ulubongka dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam tanpa mengabaikan aspek sosial masyarakat.
Melalui proyek ini, PLN menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia.