Manado – Asap mungkin telah reda di Kelurahan Singkil, tetapi jejak kebakaran masih menyisakan luka bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Di tengah situasi itu, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kepastian bahwa mereka tidak sendiri.
Respons cepat pun ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Di bawah arahan Gubernur Yulius Selvanus, bantuan darurat langsung disalurkan kepada warga terdampak melalui Dinas Sosial. Sebanyak 15 kepala keluarga yang terdampak mulai menerima uluran tangan pemerintah untuk bertahan di masa sulit ini.
Melalui Kepala Dinas Sosial Sulut, Wanda Leza Cicilia Musu, pemerintah menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama dalam penanganan awal pascabencana.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kejadian. Pemerintah akan terus hadir dalam situasi seperti ini,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi kasur, pakaian, hingga bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan ikan kaleng. Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar barang, tetapi bentuk kepedulian yang memberi kekuatan untuk bangkit kembali.
Tak berhenti pada penyaluran bantuan, pemerintah juga melakukan pendataan lanjutan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat. Pemantauan di lapangan terus dilakukan, menyesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang dari waktu ke waktu.
Di balik peristiwa ini, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama di kawasan padat penduduk yang rentan terhadap risiko kebakaran. Pencegahan menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Bagi warga Singkil, musibah ini mungkin datang tanpa peringatan. Namun kehadiran pemerintah yang cepat dan nyata setidaknya menjadi penopang harapan—bahwa di tengah kehilangan, masih ada kepedulian yang menyala.