Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung Ny Ellen Honandar-Sondakh saat memperagakan pencampuran pupuk kompos kepada para ibu PKK di Kecamatan Pinokalan
BITUNG — Suasana di Kantor Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, Senin (25/5/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di halaman kantor kelurahan, tumpukan daun kering, sisa sayuran, dan perlengkapan pengolahan sampah tersusun rapi. Warga pun berdatangan dengan rasa penasaran, ingin melihat dan belajar langsung bagaimana sampah rumah tangga bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE, menjadi perhatian warga. Tak sekadar memberi sambutan, Ellen turun langsung memegang sekop, mencampur bahan-bahan kompos bersama masyarakat. Momen itu langsung mencairkan suasana. Warga yang semula hanya menyaksikan, ikut mendekat dan antusias memperhatikan setiap langkah yang diperagakan.
Sesekali terdengar canda dan tawa di sela pelatihan, namun semangat belajar tetap terasa. Bagi warga Pinokalan, kegiatan itu bukan hanya pelatihan biasa, tetapi pengalaman baru yang membuka pemahaman bahwa limbah dapur yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa menjadi pupuk bernilai guna.
Pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga ini merupakan bagian dari gerakan lingkungan yang terus digaungkan Pemerintah Kota Bitung melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung. Memasuki hari kedelapan pelaksanaan, kegiatan edukasi terus diperluas hingga menjangkau tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Ellen menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Penggerak PKK Kota Bitung, khususnya Pokja III, dalam upaya mengurangi volume sampah rumah tangga.

“Hari ini merupakan hari kedelapan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama atau MoU antara Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Penggerak PKK Kota Bitung, khususnya Pokja III, dalam upaya pengurangan sampah rumah tangga melalui pengolahan limbah organik menjadi kompos,” ujar Ellen.
Ia menjelaskan, sampah rumah tangga terdiri dari tiga jenis, yakni organik, anorganik, dan B3 atau bahan berbahaya dan beracun. Namun dalam pelatihan ini, fokus diarahkan pada sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan limbah dapur yang dapat diolah menjadi pupuk kompos.
Menurut Ellen, persoalan sampah di Kota Bitung menjadi perhatian serius. Dengan volume sampah harian yang mencapai sekitar 100 hingga 120 kubik per hari, Tempat Pembuangan Akhir terus terbebani.
“Karena itu PKK bersama Dinas Lingkungan Hidup turun langsung ke kelurahan-kelurahan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana sampah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Dengan gaya santai dan penuh keakraban, Ellen juga mengajak seluruh warga, termasuk kaum pria, untuk ikut terlibat aktif menjaga lingkungan dari rumah masing-masing.
Ia berharap ilmu yang dibagikan tidak berhenti di lokasi pelatihan saja, melainkan benar-benar dipraktikkan di rumah dan menjadi kebiasaan baru masyarakat.
“Jangan hanya jadi ilmu sesaat. Setelah pelatihan ini harus dipraktikkan supaya menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” tegas Ellen.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Merianty Dumbela, Kabid PSLB3 Liberty Rimbing, Plh Camat Ranowulu Vera G. Rompas, Lurah Pinokalan Olfien Melly Sumblang, Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Rine Wongkar Sigarlaki, Ketua PKK Kelurahan Pinokalan Kompol (Purn) Julianus Korompis, bersama masyarakat setempat yang mengikuti pelatihan dengan penuh antusias.
Menjelang kegiatan berakhir, warga tampak masih bertahan di lokasi, saling berdiskusi sambil melihat hasil campuran kompos yang baru dibuat. Dari Pinokalan, semangat menjaga lingkungan itu kembali digaungkan berawal dari rumah, untuk Bitung yang lebih bersih dan sehat.