Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny Ellen Honandar-Sondakh saat menjelaskan cara membuat pupuk dari sampah rumah tangga kepada ibu-ibu di Kelurahan Tendeki
Pagi tadi, Balai Pertemuan Kelurahan Tendeki dipenuhi semangat belajar. Di antara warga yang berkumpul, tampak Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., berdiri di depan peserta sambil memegang bahan-bahan organik yang sehari-hari kerap berakhir di tempat sampah.
Namun bagi Ellen, sampah bukanlah akhir dari sebuah benda. Di tangan yang tepat, sampah justru bisa menjadi awal dari sesuatu yang bermanfaat.
Pesan itulah yang ia bawa dalam Pelatihan Pembuatan Kompos yang digelar di Kelurahan Tendeki, Kecamatan Matuari, Rabu (10/6/2026). Tidak sekadar memberikan sambutan, Ellen turun langsung memperagakan cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Di hadapan puluhan peserta, ia menjelaskan setiap tahapan pengolahan, mulai dari pemilahan sampah organik, proses pencampuran bahan, hingga bagaimana kompos dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh interaksi. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Bagi Ellen, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Perubahan harus dimulai dari rumah tangga, dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
“Kalau kita mau peduli dan mulai dari rumah sendiri, sampah bukan lagi menjadi masalah. Justru bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kalimat sederhana itu mendapat respons positif dari peserta. Banyak warga mulai memahami bahwa sisa makanan, daun-daun kering, dan limbah organik lainnya tidak harus berakhir menjadi beban lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, semuanya dapat kembali memberi manfaat.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan tersebut membawa misi yang lebih besar, yakni membangun kesadaran lingkungan berbasis keluarga. Sebuah gerakan yang dimulai dari halaman rumah, tetapi dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lingkungan.
Ellen percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, ia terus mendorong masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
Antusiasme warga Tendeki menjadi bukti bahwa kesadaran tersebut mulai tumbuh. Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi perkotaan, muncul harapan baru bahwa solusi dapat dimulai dari masyarakat itu sendiri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Rine Wongkar Sigarlaki, Ketua TP PKK Kecamatan Matuari Roy Tatamang, Lurah Tendeki David Rompas, Ketua TP PKK Kelurahan Tendeki Ny. Yolanda Rompas Tamaka, serta masyarakat yang mengikuti pelatihan dengan penuh antusias.
Dari Tendeki, sebuah pesan sederhana kembali digaungkan: sampah tidak selalu menjadi masalah. Dengan pengetahuan, kemauan, dan kepedulian, sampah bisa berubah menjadi berkah bagi lingkungan dan masa depan.