Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka saat menyerahkan SK pensiun, kenaikan pangkat ASN hingga penyerahan hadiah lomba video AI usai upacara
BITUNG – Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya dalam menghadapi krisis iklim melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (17/6/2026).
Upacara dipimpin Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., didampingi para Asisten Setda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Mengusung tema “Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap ancaman perubahan iklim.
Dalam kesempatan itu, Randito menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat kepada aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah Kota Bitung juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Video Artificial Intelligence (AI) sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas ASN dalam pemanfaatan teknologi digital.
Membacakan amanat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Randito mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ajang membangun kesadaran kolektif untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang saling berkaitan serta mengancam keberlanjutan kehidupan.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement melalui target penurunan emisi dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 serta pembangunan rendah karbon menuju Indonesia yang tangguh terhadap perubahan iklim pada 2050.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Ancaman kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, hingga gangguan terhadap ketahanan pangan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Produksi sampah nasional yang mencapai sekitar 51 juta ton per tahun dinilai masih belum diimbangi dengan pengelolaan yang optimal sehingga berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan dan emisi gas rumah kaca.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Bitung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil langkah nyata menjaga lingkungan, mulai dari pengurangan sampah, pengendalian emisi, hingga pelestarian sumber daya alam.
Dengan semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya menjaga bumi dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.