MANADO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan secara resmi membuka peringatan World Coconut Day atau Hari Kelapa Sedunia yang digelar di Marriott Hotel, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama istri Anik Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay bersama istri Merry Kalalo, unsur Forkopimda Sulut, para bupati dan wali kota se-Sulut, serta sejumlah pejabat dan tokoh lainnya.
Turut hadir Director General International Coconut Community (ICC) Dr. Jelvina Allow, Ketua Panitia Jimmy Ringkuangan, delegasi dari 21 negara, akademisi, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kehadirannya di Manado menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong kelapa sebagai salah satu komoditas strategis nasional.
Menurutnya, pengembangan perkebunan kelapa hingga hilirisasi produk kini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Pembahasan mengenai komoditas tersebut bahkan secara konsisten masuk dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden.
“Kelapa ini akan menjadi salah satu komoditas utama yang harus kita kembangkan. Sebagaimana diketahui, nilai ekonomi kelapa sekarang ini lebih tinggi dari perkebunan yang lain,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menyebutkan, sejumlah kalangan bahkan menilai kelapa saat ini memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan dibandingkan komoditas perkebunan lainnya.
Zulhas juga menyampaikan apresiasi kepada ICC serta menyambut para delegasi negara anggota ICC yang hadir dalam peringatan World Coconut Day di Indonesia.
Ia mengatakan, sektor pertanian dan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah, kata dia, tengah berupaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor berbagai komoditas pangan.
“Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada pangan,” tegasnya.
Zulhas mengungkapkan, selama bertahun-tahun Indonesia masih mengimpor berbagai kebutuhan pangan dalam jumlah besar, mulai dari beras, gandum, gula, kedelai, garam hingga daging sapi.
Namun, pemerintah saat ini mengklaim telah berhasil menghentikan impor untuk sejumlah komoditas, di antaranya padi, beras, jagung, telur ayam, cabai dan beberapa komoditas lainnya.
Selain sektor pertanian, pemerintah juga mulai memberikan perhatian besar terhadap sektor perikanan. Indonesia ditargetkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkembang menjadi negara eksportir produk perikanan.
Sementara itu, sektor perkebunan juga menjadi perhatian pemerintah. Jika sebelumnya pengembangan lebih banyak diarahkan kepada perkebunan skala besar, pemerintah kini mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap perkebunan rakyat.
Komoditas seperti kelapa, kopi, kakao dan cengkeh didorong menjadi produk unggulan dalam pengembangan perkebunan rakyat.
Peringatan World Coconut Day di Manado diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa dunia, sekaligus mempercepat hilirisasi agar komoditas kelapa memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi di pasar global.