MANADO – Pemerintah Kota Manado memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan menyusul belum adanya tanda-tanda hujan dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil karena masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi cuaca yang kering.

Keputusan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Kota Manado yang dipimpin Asisten I Pemerintah Kota Manado, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, serta Kapolresta Manado. Rapat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama unsur terkait untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang masih melanda wilayah Kota Manado.

Dalam rapat tersebut, perpanjangan status tanggap darurat dinilai perlu dilakukan karena berdasarkan perkiraan, hujan belum akan turun hingga dua minggu ke depan. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah, sekaligus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak kekeringan.

Di tengah situasi tersebut, aksi gotong royong warga Kelurahan Manado Tua Dua yang bahu-membahu memadamkan kebakaran di kawasan punggung Gunung Manado Tua mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado. Semangat kebersamaan warga dalam membantu pemadaman api menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang kering.

Selain partisipasi warga, koordinasi antara pemerintah setempat, Polsek, dan Koramil juga mendapat perhatian dalam upaya penanganan situasi di lapangan. Pemerintah berharap sinergi seluruh unsur, mulai dari aparat hingga masyarakat, terus diperkuat agar dampak kekeringan dan potensi kebakaran dapat ditangani secara optimal, sembari memastikan kebutuhan air bersih warga tetap menjadi prioritas.