Bitung – Pemerintah Kota Bitung menegaskan perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momentum penting untuk memperkuat toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, saat merayakan Imlek bersama masyarakat Tionghoa di kota tersebut.

Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga refleksi nilai persatuan dalam keberagaman yang telah lama menjadi kekuatan Kota Bitung.
Menurutnya, kebersamaan lintas suku dan agama harus terus dijaga sebagai modal sosial untuk mendorong kemajuan daerah.

“Perayaan Imlek menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. Saya berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan terus terjaga, sehingga kita bisa bersama-sama membangun Bitung menjadi kota yang maju, inklusif, dan harmonis,” ujar Honandar.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi tersebut, Wali Kota Hengky Honandar juga menggelar open house dan membuka pintu kediamannya bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Pemerintah Kota Bitung berharap perayaan Imlek tahun ini membawa harapan baru bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.(hds)