MANADO – PDAM Wanua Wenang menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kota Manado terkait laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran air bersih oleh bakteri E-coli, Selasa (31/3/2026). Dalam forum tersebut, Direktur Utama Melky Taliwuna menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengujian untuk memastikan kualitas air tetap aman digunakan masyarakat.
Menurut Taliwuna, PDAM secara rutin melakukan uji laboratorium baik secara internal maupun eksternal. Pengujian internal dilakukan sebagai bagian dari pengawasan operasional, sementara uji eksternal dilakukan untuk memenuhi standar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diawasi oleh lembaga terkait. Uji laboratorium eksternal tersebut melibatkan Politeknik Kesehatan Manado serta Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yang dilakukan secara berkala setiap enam bulan.
Ia menjelaskan, hasil uji laboratorium terakhir pada 25 September 2025 menunjukkan bahwa seluruh instalasi air bersih yang diuji memiliki kandungan bakteri E-coli nol. “Artinya air bersih tidak tercemar dan telah memenuhi standar kesehatan,” tegasnya. Untuk memastikan kembali kondisi tersebut, PDAM bersama Komisi II DPRD Manado dan tim laboratorium kembali turun langsung ke lapangan melakukan pengujian di sejumlah titik, termasuk di wilayah Pandu dan Mapanget Barat.
Taliwuna pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap mempercayai hasil pengujian yang telah dilakukan. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait pelayanan air bersih. “Kami terus berbenah untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Kota Manado,” pungkasnya.