Pesona alam Sulawesi Utara yang memesona. Seperti Pulau Siladen. Foto:HSondakh
Manado – Awal tahun 2026 menjadi penanda optimisme baru bagi sektor pariwisata Sulawesi Utara. Di tengah persaingan destinasi global, daerah ini mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup signifikan. Sebuah sinyal bahwa strategi promosi dan konektivitas mulai membuahkan hasil.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2026 tercatat mencapai 7.550 kunjungan. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan angka tersebut naik 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan ini tidak lepas dari penguatan aksesibilitas, terutama melalui Bandara Sam Ratulangi, yang menjadi pintu masuk utama wisatawan. Mayoritas wisman datang melalui jalur udara, dengan dominasi pasar Asia. Tiongkok dan Korea Selatan yang menyumbang lebih dari 90 persen total kunjungan.
Namun geliat pariwisata tidak hanya datang dari luar negeri. Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Tercatat lebih dari 1,23 juta perjalanan domestik terjadi sepanjang Januari 2026, meningkat 15,04 persen secara tahunan. Kota Manado masih menjadi magnet utama, tetapi distribusi wisatawan mulai merata ke wilayah lain seperti Minahasa dan Minahasa Utara.
Di sisi lain, kualitas layanan pariwisata ikut terdorong. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik menjadi 40,32 persen, sementara rata-rata lama menginap wisatawan asing mencapai 2,40 hari. Angka ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga mulai menikmati lebih lama pengalaman di Sulawesi Utara.
Meski demikian, tantangan ke depan tetap terbuka. Ketergantungan pada pasar tertentu serta konsistensi kualitas destinasi menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Sebab pada akhirnya, pertumbuhan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.(*)