MANADO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan warga dengan rutin melakukan pemangkasan pohon di berbagai wilayah, bahkan tanpa mengenal hari libur.
Di tengah tugas yang menuntut tenaga ekstra dan medan yang tidak mudah, tim DLH tetap turun ke lapangan demi mengantisipasi potensi bahaya, terutama saat cuaca buruk yang kerap memicu pohon tumbang. Meski demikian, masih ada anggapan sebagian warga yang menilai DLH hanya bekerja saat terjadi insiden.
Faktanya, dalam empat hari terakhir saja, tim DLH Manado telah menyelesaikan pemangkasan di sembilan titik dengan kondisi pohon yang sulit serta lokasi yang cukup menantang.
Pada Senin, 20 April 2026, pemangkasan dilakukan di Jalan Flamboyan, Kelurahan Sario Kotabaru, serta di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Selasa, 21 April 2026, di lokasi yang sama di Kelurahan Bahu.
Selanjutnya pada Rabu, 22 April 2026, tim bergerak ke beberapa titik sekaligus, yakni di Kelurahan Wanea Lingkungan 3, Kelurahan Tikala Baru, Kelurahan Kairagi Satu, serta Kima Atas kompleks Perumahan GPI.
Sementara pada Kamis, 23 April 2026, kegiatan pemangkasan dilakukan di SDN 69 Kelurahan Ranotana Weru dan dilanjutkan kembali di Kelurahan Kairagi Satu.
Langkah ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan terus dilakukan secara konsisten oleh DLH Manado, bukan hanya saat terjadi kejadian darurat. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko pohon tumbang serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Manado. (Dyppo)