MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memanfaatkan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (27/4/2026), untuk menyampaikan sejumlah aspirasi strategis daerah, terutama terkait penguatan sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan dukungan infrastruktur.
Dalam paparannya, Gubernur menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif di Sulut menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Nilai tambah ekraf bahkan diproyeksikan melonjak hingga 1.456 persen, dari Rp20,5 miliar menjadi Rp304,6 miliar pada tahun 2025.
“Sektor ekraf kini bukan lagi sekadar pendukung pariwisata, tetapi sudah menjadi motor pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan kekayaan intelektual,” ujar Yulius di hadapan anggota Komisi VII DPR RI.
Selain memaparkan capaian, Gubernur juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Sulut, khususnya dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Ia meminta dukungan DPR RI untuk memperkuat aksesibilitas melalui penambahan rute penerbangan internasional langsung serta integrasi transportasi massal.
Tak hanya itu, peningkatan fasilitas Bandara Sam Ratulangi Manado, termasuk penguatan terminal internasional, juga menjadi perhatian utama. Gubernur menilai hal ini penting untuk menunjang arus wisatawan mancanegara yang terus meningkat.
Di sektor infrastruktur dasar, Yulius turut mengusulkan peningkatan pengelolaan air bersih, sampah, serta jaringan listrik dan internet, terutama di kawasan destinasi wisata terpencil yang masih membutuhkan perhatian serius.
Mengakhiri pemaparannya, Gubernur berharap Komisi VII DPR RI dapat mengawal usulan strategis tersebut, termasuk mendorong penetapan Sulawesi Utara sebagai kawasan prioritas pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.
“Kami berharap dukungan penuh DPR RI agar Sulawesi Utara semakin berdaya saing sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik,” tegasnya.