SIDAK: BBM jenis solar menghilang. DPRD-Pemkot Bitung sidak disejumlah SPBU Kota Bitung
BITUNG — DPRD Kota Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU menyusul antrean panjang dan kelangkaan BBM jenis solar subsidi yang terjadi dalam sebulan terakhir.
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar DPRD Kota Bitung pekan lalu untuk membahas persoalan distribusi solar di daerah tersebut.
Anggota DPRD Kota Bitung Alexander ‘Nyong’ Wenas menegaskan bahwa kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU tidak boleh dianggap sebagai hal biasa, apalagi Kota Bitung berada tidak jauh dari depo Pertamina.
“Ini menjadi tanda tanya besar. Bitung berada dekat dengan depo Pertamina, tetapi dalam sebulan terakhir masyarakat justru kesulitan mendapatkan solar,” kata Wenas saat melakukan sidak.
Menurutnya, jika kuota distribusi dari Pertamina terpenuhi, maka seharusnya tidak terjadi kelangkaan yang berkepanjangan.
“Kalau solar tetap langka sementara kuota ada, patut diduga ada penyimpangan dalam distribusi. Dugaan permainan atau mafia solar harus ditelusuri,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kota Bitung Michael Sondakh mengatakan sidak tersebut merupakan langkah pemerintah menindaklanjuti hasil RDPU DPRD untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
“Kami menindaklanjuti hasil RDPU di DPRD. Pemerintah bersama DPRD ingin memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan bersama pihak terkait agar kebutuhan masyarakat, khususnya sopir angkutan dan pelaku usaha yang bergantung pada solar subsidi, dapat terpenuhi.
Fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU Kota Bitung dalam beberapa pekan terakhir memicu keresahan masyarakat. Selain waktu tunggu yang panjang, tidak jarang solar disebut-sebut tiba-tiba habis di SPBU, sehingga memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
DPRD menegaskan pengawasan distribusi solar harus diperketat agar BBM subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.