MANADO – Perubahan besar di sektor kesehatan Sulawesi Utara kini bukan lagi sekadar rencana di atas kertas. Dalam satu tahun terakhir, masyarakat mulai merasakan langsung transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, mudah diakses, dan menjangkau hingga ke wilayah kepulauan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, pemerintah daerah menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang wajib dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali. Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai terobosan nyata—mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan layanan, hingga sentuhan sosial bagi masyarakat rentan.
“Pelayanan kesehatan harus maksimal. Tidak boleh ada warga yang kesulitan mendapatkan pengobatan,” menjadi penegasan yang terus digaungkan Gubernur dalam setiap kesempatan.
Perubahan paling terasa terlihat dari pembenahan fasilitas kesehatan. Rumah sakit dan puskesmas kini tampil lebih representatif, dilengkapi teknologi medis modern, serta didukung tenaga kesehatan yang terus ditingkatkan kompetensinya. Kehadiran layanan canggih seperti Digital Subtraction Angiography (DSA) hingga klinik spesialis menjadi bukti bahwa layanan kesehatan di daerah kini semakin setara dengan standar nasional bahkan internasional.
Tak hanya di wilayah perkotaan, perhatian pemerintah juga menjangkau daerah terpencil dan kepulauan. Melalui inovasi layanan bergerak seperti kapal Rumah Sehat, masyarakat di wilayah Sangihe dan Talaud kini bisa mendapatkan akses kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Kabar menggembirakan lainnya datang dari dibukanya akses layanan BPJS di RS Khusus Infeksi (RSKI) Kitawaya Manado. Langkah ini memperluas pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat dengan jaminan biaya yang lebih terjangkau.
Transformasi ini pun membuahkan hasil. Sulawesi Utara berhasil meraih penghargaan nasional atas peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH), sekaligus menjadi pengakuan atas keberhasilan pembangunan sektor kesehatan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
Di balik pembangunan fisik, pemerintah juga memberi perhatian pada aspek kemanusiaan. Bantuan kursi roda dan kacamata bagi lansia, beasiswa bagi dokter, hingga distribusi alat kesehatan ke puskesmas menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut, dr. Rima Lolong, menegaskan bahwa kunci dari perubahan ini adalah sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. “Standar pelayanan sekarang adalah cepat, tepat, dan ramah. Itu yang terus kami jaga,” ujarnya.
Transformasi ini membawa harapan baru bagi masyarakat. Kini, layanan kesehatan bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau, melainkan hadir lebih dekat, lebih manusiawi, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang sehat dan sejahtera.