BITUNG – Kelurahan Wangurer Timur menjadi lokasi pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Bitung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua TP-PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, dan diikuti kader PKK, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai guna.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Merianty Dumbela selaku pembawa materi, Ketua Pokja III TP-PKK Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Kabid Pengelolaan Sampah Hantje Puraow, Camat Madidir Heimans B. Kansil, Lurah Wangurer Timur Aris Puasa, TP-PKK Kecamatan Madidir, PKK Kelurahan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ellen Honandar Sondakh menegaskan bahwa persoalan sampah rumah tangga membutuhkan perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik dari rumah dapat memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan.

Ia menjelaskan, sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan sayuran dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan. Karena itu, TP-PKK Kota Bitung terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
“Langkah awal yang paling penting adalah membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan memilah sampah, kita membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Ellen.
Menariknya, menurut Ellen, hasil pembuatan kompos dari kegiatan tersebut nantinya akan dilombakan antar kader dan kelompok PKK sebagai bentuk motivasi sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kota Bitung berharap budaya pengelolaan sampah dan pemanfaatan kompos dapat terus berkembang di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.