Tawa riang anak-anak memenuhi ruangan. Dengan wajah polos dan penuh semangat, mereka berlarian, bernyanyi, dan sesekali melambaikan tangan kepada tamu yang hadir. Di tengah suasana hangat itu, Bunda PAUD Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., tampak tersenyum menikmati setiap momen yang tersaji di hadapannya.
Bagi banyak orang, kegiatan Tasyakuran Raudhatul Athfal (RA) Alkhairaat Girian mungkin hanya sebuah acara sekolah. Namun bagi Ny Ellen Honandar Sondakh, Bunda PAUD, ada makna yang jauh lebih besar.
Di balik tawa dan keceriaan anak-anak itu, ia melihat masa depan Kota Bitung.
Perasaan itu pula yang ia ungkapkan saat menyampaikan sambutan di hadapan para guru, orang tua, dan peserta didik.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah anak-anak, saya merasa mendapatkan energi baru. Melihat tawa, semangat, dan keceriaan mereka, saya seperti melihat wajah masa depan Kota Bitung yang sedang dipersiapkan hari ini,” ujarnya.
Kalimat tersebut menggambarkan keyakinan Ellen bahwa pembangunan daerah sesungguhnya tidak hanya dimulai dari infrastruktur, investasi, atau pembangunan fisik. Masa depan sebuah kota dibangun dari kualitas generasi mudanya.
Karena itu, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini menjadi salah satu hal yang selalu ia dorong sebagai Bunda PAUD Kota Bitung.
Menurut Ellen, pendidikan pada usia dini bukan sekadar mengajarkan anak membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses membentuk karakter, menanamkan nilai moral, membangun rasa percaya diri, dan menyiapkan anak menghadapi kehidupan di masa depan.
Di hadapan para orang tua, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Anak-anak membutuhkan dukungan dari keluarga, guru, dan lingkungan yang tumbuh bersama dalam satu tujuan yang sama.
“Anak-anak yang hebat lahir dari kerja sama yang hebat. Ketika orang tua dan sekolah berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ellen juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan RA Alkhairaat Girian yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Menurutnya, para guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk fondasi karakter generasi penerus bangsa. Apa yang diajarkan hari ini akan menjadi bekal yang dibawa anak-anak hingga mereka dewasa kelak.
Suasana tasyakuran semakin hangat ketika Ellen menyerahkan bingkisan kepada para peserta didik. Senyum bahagia yang terpancar dari wajah anak-anak seakan menjadi gambaran bahwa pendidikan yang baik tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan rasa cinta, perhatian, dan kebahagiaan.
Menjelang akhir kegiatan, Ellen kembali menyampaikan harapannya agar RA Alkhairaat Girian terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, cerdas, dan berakhlak baik.
Baginya, investasi terbaik yang dapat diberikan kepada sebuah daerah bukanlah sesuatu yang bersifat sementara, melainkan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.
Sebab dari ruang-ruang kelas sederhana itulah calon pemimpin, tenaga profesional, pengusaha, guru, dan berbagai generasi penerus Kota Bitung sedang dipersiapkan.
Dan saat melihat tawa anak-anak RA Alkhairaat Girian hari itu, Ellen tidak hanya melihat kebahagiaan masa kini. Ia melihat harapan besar untuk masa depan Kota Bitung yang lebih baik.