Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny Ellen Honandar-Sondakh terus mengkampanyekan gerakan Kompos dari sampah rumah tangga
BITUNG — Tumpukan karung berisi sampah rumah tangga tersusun rapi di Lapangan Sagerat Weru Satu, Kamis (18/6/2026). Di bawah terik matahari pagi, puluhan warga dari Kelurahan Sagerat Weru Satu dan Sagerat Weru Dua berkumpul dengan rasa ingin tahu yang sama: bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat berubah menjadi pupuk yang bermanfaat.
Suasana semakin hidup ketika Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., tidak hanya memberikan arahan dari depan, tetapi turun langsung ke tengah warga. Dengan tangan sendiri, ia memilah sampah yang telah dikumpulkan dalam karung, memperlihatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tindakan sederhana.
Aksi tersebut sontak menarik perhatian peserta. Para kader PKK dan warga mengelilinginya, memperhatikan setiap tahapan pemilahan sampah sebelum diolah menjadi kompos.
Pelatihan pembuatan kompos sampah rumah tangga yang digagas TP PKK Kota Bitung itu bukan sekadar mengajarkan teknik mengolah sampah organik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ajakan agar masyarakat mulai mengubah cara pandang terhadap sampah—bukan lagi sebagai limbah, melainkan sebagai sumber manfaat bagi keluarga.
“Pelatihan pembuatan kompos ini harus segera diterapkan di rumah masing-masing. Ada 69 kelurahan yang akan kami kunjungi, dan setelah itu akan digelar lomba tingkat kelurahan. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk mulai membuat kompos di rumah, sebab kami akan turun langsung melakukan pengecekan,” kata Ellen di hadapan peserta.
Pesan itu disambut antusias warga. Bagi mereka, pelatihan tersebut membuka peluang baru untuk mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan di pekarangan sendiri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Ellen juga menyerahkan bibit cabai kepada TP PKK Kecamatan Matuari serta TP PKK Kelurahan Sagerat Weru Satu dan Sagerat Weru Dua. Bibit itu diharapkan menjadi langkah awal memanfaatkan kompos hasil olahan rumah tangga untuk menanam kebutuhan pangan keluarga.
Gerakan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bitung mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan mengolah sampah sejak dari rumah, beban lingkungan dapat ditekan, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dan ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Merianty Dumbela, Camat Matuari Fonda F. Orah, Ketua TP PKK Kecamatan Matuari Roy Tatamang, Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Lurah Sagerat Weru Satu Stenly Sajow, Lurah Sagerat Weru Dua Reagan R. Rumondor, serta Kepala Bidang PSLB3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Liberty Rimbing.
Bagi TP PKK Kota Bitung, pelatihan ini hanyalah awal. Dalam waktu dekat, kegiatan serupa akan menjangkau seluruh 69 kelurahan di Kota Bitung. Harapannya, gerakan mengolah sampah dari rumah tidak berhenti sebagai pelatihan semata, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan baru yang menjaga lingkungan tetap bersih, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang.