BITUNG — Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., menghadiri kegiatan Mayor’s Talk Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang menjadi forum strategis para kepala daerah dalam merumuskan arah pembangunan perkotaan menghadapi berbagai tantangan nasional dan global.
Dalam pertemuan tersebut, APEKSI mengangkat enam isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah kota di seluruh Indonesia, yakni penguatan pendanaan program strategis nasional, krisis ruang fiskal daerah pasca-HKPD, ketahanan kota terhadap perubahan iklim, integrasi sistem pemerintahan digital, pembangunan berbasis kawasan dan kolaborasi antardaerah, serta transformasi wilayah menuju percepatan kawasan timur Indonesia.
Forum tersebut juga memetakan berbagai aspirasi pemerintah kota melalui enam agenda nasional, enam tema kewilayahan, serta sejumlah isu strategis yang menjadi dasar penyusunan rekomendasi kepada pemerintah pusat. Di antaranya penguatan kapasitas fiskal daerah, reformasi birokrasi, percepatan investasi, pembangunan kota berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

Wali Kota Hengky Honandar menilai pembahasan yang disampaikan dalam Mayor’s Talk menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Forum APEKSI menjadi ruang kolaborasi yang sangat penting bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, merumuskan solusi bersama, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Pemerintah Kota Bitung berkomitmen mendukung berbagai agenda strategis nasional, termasuk transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi daerah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya Bitung yang maju, harmonis, dan berdaya saing,” ujar Hengky Honandar.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Bitung berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan APEKSI dapat menjadi pijakan dalam memperkuat pembangunan kota yang inklusif, tangguh, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.