MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus membuka rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah menjadikan momentum tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai ruang memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Yulius meminta seluruh perangkat daerah dan ASN ikut menggelorakan peringatan dengan menghias kantor, fasilitas publik, dan lingkungan masyarakat dengan Bendera Merah Putih. Ia juga menegaskan agar semarak perayaan tidak mengganggu tugas utama pemerintah dalam memberikan pelayanan publik. “Semarak perayaan tidak boleh mengorbankan pelayanan kepada masyarakat. Disiplin ASN adalah harga mati,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Sulut juga menghadirkan sejumlah program strategis, di antaranya program keringanan pajak kendaraan bermotor “Keringanan Merdeka” yang berlangsung Agustus hingga September 2026. Kebijakan itu memberikan berbagai insentif berupa pembebasan tunggakan pokok dan denda pajak kendaraan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Saya minta seluruh ASN menjadi jembatan informasi agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pajak untuk Negeri, Pajak Lunas, Hati Tenang, Nyaman Berkendara,” ujar Yulius.
Selain itu, Pemprov Sulut menyerahkan 2.051 bibit pohon kelapa sebagai bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan, investasi hijau dan ekonomi rakyat. Gerakan pembagian serta pemasangan Bendera Merah Putih juga digencarkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan rumah tangga yang belum memiliki bendera yang layak. Rangkaian peringatan turut diisi kegiatan olahraga dan Pekan Budaya Sulawesi Utara 2026.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya sinergi antara Pemprov, Forkopimda, TNI/Polri, perbankan, BUMD dan masyarakat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan bermakna. “Tidak ada keberhasilan yang dicapai secara individual. Semua adalah hasil kerja kolektif,” katanya.
Menghadapi potensi dampak El Nino, Yulius meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, keterbatasan air bersih serta ancaman terhadap ketahanan pangan. Ia menekankan perlunya mitigasi konkret, penghematan air dan pengawasan kawasan rawan kebakaran. “Mari kita jadikan momentum HUT RI dan HUT Sulut sebagai energi bersama untuk memperkuat pelayanan, menjaga persatuan dan membangun Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.