MANADO – Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung kelangsungan serta perkembangan sebuah organisasi, termasuk lembaga keagamaan seperti gereja. Menyadari pentingnya hal tersebut, Dosen Universitas Negeri Manado (Unima) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan pencatatan keuangan bagi pemegang kas di Jemaat GMIM Bethel Winangun.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua dosen Unima, yakni Andrew Marunduh dan Cristofer Sumiok, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unima. Tujuannya adalah membekali para pemegang kas gereja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pencatatan serta penyusunan laporan keuangan secara benar dan sesuai standar.
Menurut penjelasan tim pelaksana, masih banyak pengurus gereja yang belum memiliki latar belakang pendidikan akuntansi atau kemampuan teknis dalam pengelolaan keuangan. Hal ini sering menjadi kendala dalam menciptakan sistem keuangan gereja yang rapi, transparan, dan akuntabel. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan cara melakukan pencatatan transaksi keuangan yang tepat waktu, akurat, serta penggunaan dana yang sesuai dengan peruntukannya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pemegang kas di Jemaat GMIM Bethel Winangun dapat memahami pentingnya pencatatan keuangan yang baik dan mampu menerapkannya dalam pengelolaan dana gereja,” ujar Andrew Marunduh.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi gereja, khususnya dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih tertata, efisien, dan terpercaya, serta menjadi contoh bagi jemaat lain dalam menerapkan tata kelola keuangan yang profesional. (TimIS)