BITUNG— Pemerintah Kota Bitung resmi mengoperasikan Layanan Panggilan Darurat 112 sebagai pusat layanan terpadu untuk merespons berbagai kondisi kedaruratan yang dialami masyarakat. Layanan yang berpusat di Gedung Command Center Kota Bitung itu mulai diluncurkan, Kamis (11/6/2026).
Melalui layanan tersebut, masyarakat cukup menghubungi satu nomor untuk melaporkan berbagai kejadian darurat, mulai dari kebakaran, kebutuhan ambulans, bencana alam, gangguan keamanan, hingga kondisi lain yang membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah dan instansi terkait.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar mengatakan, kehadiran layanan 112 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan publik yang cepat, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.
“Ini bukan sekadar layanan telepon, tetapi bentuk kehadiran pemerintah saat masyarakat membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat,” kata Hengky saat peluncuran layanan tersebut.

Menurut Hengky, sistem yang dibangun memungkinkan laporan masyarakat diterima dan diteruskan kepada instansi yang berwenang dalam waktu singkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Untuk memastikan kesiapan layanan, Hengky melakukan uji coba panggilan langsung ke nomor 112 di hadapan sejumlah kepala perangkat daerah. Panggilan tersebut diterima operator dan diproses sesuai prosedur yang telah disiapkan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Abraham Tumengkol menjelaskan, layanan 112 dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa dikenakan biaya.
“Layanan ini disiapkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Semua laporan yang masuk akan diteruskan kepada instansi terkait sesuai jenis kejadian yang dilaporkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan tersebut mencakup berbagai kebutuhan kedaruratan, seperti kebakaran, ambulans, bencana alam, pohon tumbang, gangguan ketertiban dan keamanan, kemacetan lalu lintas, hingga perlindungan perempuan dan anak.
Menurut Altin, kehadiran layanan darurat terpadu menjadi penting mengingat kebutuhan masyarakat terhadap akses bantuan yang cepat dan mudah semakin meningkat. Dengan sistem satu pintu, warga tidak perlu lagi menghubungi banyak nomor ketika menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kota Bitung berharap layanan 112 dapat mempercepat respons penanganan berbagai kejadian darurat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.
Pengoperasian layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya transformasi digital yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bitung untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.