Gubernur Yulius Bersama Pnt Pemuda GMIM Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM 2026
MINAHASA TENGGARA — Di tengah hamparan tenda yang berdiri rapi dan semangat ribuan pemuda yang memenuhi arena Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM 2026, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., membawa sebuah pesan yang sederhana namun kuat: menjadi generasi petarung yang berakar pada iman.
Suasana perkemahan yang dipenuhi kreativitas dan semangat pelayanan berubah semakin hangat saat Gubernur Yulius tiba. Ia tidak hanya memberikan sambutan dari atas panggung, tetapi juga menyapa peserta, meninjau tenda-tenda kreatif, berdialog dengan para pemuda, dan mengapresiasi berbagai karya inovatif yang dipamerkan. Sambutan hangat dari Ketua Pemuda Sinode GMIM, Penatua Rio Dondokambey, bersama ribuan peserta menjadi gambaran eratnya hubungan antara pemerintah dan generasi muda gereja.

Di hadapan puluhan ribu peserta, Yulius mengingatkan bahwa dunia sedang memasuki era yang penuh tantangan. Perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat, persaingan global, hingga krisis multidimensi atau polycrisis menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus karakter yang kuat.
“Kalian adalah generasi petarung. Kalian harus mampu bersaing dalam hal-hal yang positif. Perkembangan teknologi memaksa kita tumbuh lebih cepat, namun jangan sampai kehilangan arah. Kita adalah anak-anak Kristus. Jadikan gereja sebagai tempat mengasah iman untuk menghadapi tantangan global,” pesan Yulius.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Karena itu, Perkemahan Karya Pemuda Gereja menjadi ruang pembelajaran yang strategis untuk menumbuhkan kepemimpinan, karakter, dan semangat melayani.
Ia pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan setiap rangkaian kegiatan selama perkemahan untuk memperkaya pengetahuan sekaligus memperdalam iman. Yulius menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kekristenan, sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tengah didorong Presiden Prabowo Subianto.
“Selama lima hari perkemahan ini, timbalah semua ilmu yang positif. Firman Tuhan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi generasi muda yang tangguh, sekaligus anak-anak Tuhan yang taat. Saya optimistis Pemuda GMIM mampu menjawab tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai iman,” ujarnya.
Menjelang akhir kunjungan, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Gubernur Yulius bergabung bersama ribuan peserta menyanyikan lagu “Rumah Kita”. Nyanyian yang menggema di seluruh arena menjadi penutup yang mengesankan, sekaligus simbol bahwa di tengah tantangan dunia yang terus berubah, persatuan, iman, dan semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama generasi muda Sulawesi Utara.