BITUNG- Ketegangan nyaris berubah menjadi aksi fisik di Kantor Wali Kota Bitung, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Seorang ketua organisasi masyarakat (ormas) berinisial RA mendatangi kantor tersebut dan diduga hampir melakukan tindakan pemukulan terhadap Wali Kota Bitung.
RA yang diketahui merupakan Ketua Ormas Perisai itu datang dengan emosi tinggi. Ia berteriak-teriak di lobi kantor, meminta Wali Kota Bitung keluar menemuinya. Sejumlah kata bernada keras dan dinilai tidak pantas terlontar, memancing suasana menjadi tegang.
Situasi sempat dikhawatirkan berkembang menjadi insiden fisik sebelum akhirnya dapat dikendalikan.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, tetap memilih menemui RA. Honandar mengajak yang bersangkutan berbicara secara baik-baik dan mempersilakan diskusi dilakukan di Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung.
Usai pertemuan tersebut, Honandar enggan memperpanjang persoalan.
“Tidak usah dibesar-besarkan. Semuanya baik-baik,” ujarnya singkat.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi latar belakang aksi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ormas Perisai terkait kejadian itu.
Peristiwa ini mengundang perhatian sejumlah masyarakat. Mereka berharap suasana Kota Bitung tetap kondusif dan tidak diwarnai tindakan anarkis.
“Bitung tetap kondusif, tidak anarkis, apalagi saat ini di bulan suci puasa,” kata Rony Sompotan didampingi Atos Sompotan, Hj Tode, dan Rahmat Pululadang, Bang Tago.(*)