Sekretaris Kota Bitung, Ign Rudi Theno
Bitung – Di saat sebagian daerah masih berpacu dengan waktu, Pemerintah Kota Bitung justru sudah lebih dulu menuntaskan kewajiban. Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 resmi disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri sebelum batas akhir 31 Maret 2026.
Sekretaris Daerah Kota Bitung, Ignatius Rudy Theno, menegaskan bahwa pelaporan dilakukan tepat waktu melalui Sistem Informasi LPPD (SILPPD), bahkan menjadikan Bitung sebagai daerah pertama di regional Sulawesi yang merampungkan laporan tersebut.
“LPPD Tahun 2025 sudah kami laporkan ke Kementerian Dalam Negeri sebelum batas waktu 31 Maret. Kota Bitung menjadi yang pertama di regional Sulawesi,” ujar Rudy Theno.
LPPD merupakan dokumen wajib sebagai bentuk pertanggungjawaban kepala daerah kepada pemerintah pusat atas jalannya pemerintahan selama satu tahun anggaran. Penyusunannya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 serta Permendagri Nomor 18 Tahun 2020, yang mengatur standar pelaporan hingga indikator kinerja setiap perangkat daerah.
Tak berhenti pada laporan administratif, Pemerintah Kota Bitung juga merilis Ringkasan LPPD (RLPPD) sebagai bentuk transparansi kepada publik. Dari dokumen tersebut, terlihat sejumlah capaian kinerja makro yang menunjukkan tren positif mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,57 hingga pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,67 persen, tertinggi di antara kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Di sisi lain, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,81 persen, pengangguran turun menjadi 7,35 persen, serta ketimpangan pendapatan ikut membaik. Capaian ini memperlihatkan bahwa kinerja pemerintah tidak hanya tercermin dalam laporan, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Namun, laporan yang lebih cepat bukan akhir dari pekerjaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan angka-angka tersebut benar-benar dirasakan merata oleh masyarakat di lapangan karena pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari seberapa cepat laporan diserahkan, tetapi seberapa kuat dampaknya dirasakan.(*)