Monica Tambajong (kiri) dan Jurani Rurubua (kanan)
MANADO – Kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD Kota Manado periode 2024–2029 dinilai tidak seagresif seperti periode sebelumnya. Hal ini terlihat dari sikap Monica Tambajong, S.E., M.BA., anggota DPRD Manado dari PSI yang kini jarang menyampaikan aspirasi di depan umum, terutama dalam rapat paripurna.
Pantauan wartawan, pada rapat paripurna pembahasan APBD-P yang digelar Jumat (26/9/2025), saat sejumlah anggota DPRD bergantian melakukan interupsi, perwakilan PSI terlihat belum berani menyalakan tombol mikrofon untuk menyampaikan pendapat.
Kondisi ini memunculkan perbandingan publik dengan anggota PSI periode 2019–2024 yang dikenal vokal dan kerap mendapat julukan “ratu interupsi” karena keberaniannya menyuarakan kritik terhadap pemerintah kota.
Padahal, pada periode lalu, gaya politik PSI yang aktif menyampaikan kritik—baik di forum resmi maupun di luar sidang—membuat partai ini mulai mendapat simpati masyarakat Manado.
Sejak dilantik pada 14 Agustus 2024, Monica yang merupakan figur baru di dunia politik sekaligus masih berusia sangat muda, memang terlihat lebih banyak menahan diri. Pengamat menilai, faktor pengalaman dan adaptasi di panggung politik turut mempengaruhi sikapnya yang lebih berhati-hati.
“Mungkin dia (monica) masih menyesuaikan dengan keadaan, karena masih baru dan masih muda,” ucap seorang warga.
Meski demikian, publik kini menunggu apakah Monica dan PSI akan kembali menghadirkan warna politik kritis di DPRD Manado, atau justru memilih gaya yang lebih tenang dibanding periode sebelumnya.
#beritapantauan
(Dyppo)